BRMP Bali Laksanakan Survey Calon Lokasi Padi Arkansas di Jembrana
Jembrana, 7 April 2026 - Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali (BRMP Bali) didampingi Kelsi Penyuluh Provinsi Bali, Katimker Penyuluh Jembrana, Koordinator BPP Melaya dan Mendoyo melaksanakan survei calon lokasi padi Arkansas di Jembrana.
Padi Arkansas adalah metode budidaya padi modern atau disebut juga Pertanian Modern - Advance Agriculture System (PM-AAS) yang berasal dari Arkansas, Amerika Serikat. Metode Arkansas kini oleh Kementerian Pertanian diadaptasi di Indonesia untuk meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya produksi serta meningkatkan hasil panen per hektar.
Kepala BRMP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP., menyampaikan Jembrana dipilih sebagai calon lokasi percontohan padi Arkansas karena sebagian besar petaninya dalam budidaya padi telah menerapkan modernisasi pertanian. "Dari beberapa Subak yang ada di Jembrana Subak Tibu Beleng, Subak Jagaraga, dan Lanyah Babakan yang berada di Kecamatan Mendoyo serta Subak Betawantangi di Kecamatan Melaya berpotensi menjadi calon lokasi padi Arkansas dengan pertimbangan karena petani di lokasi tersebut sebagian besar sudah biasa melakukan tanam Tanam Benih Langsung (Tabela)" Ujarnya.
Rai Yasa menambahkan dengan Tabela biaya tanam akan lebih murah dibanding tanam pindah (Tapin) hal ini sejalan dengan tujuan kegiatan budidaya padi sistem Arkansas yaitu budidaya padi yang lebih efisien. Subak-subak tersebut diperkirakan akan tanam April dan Mei 2026 ini. "Kami juga pertimbangkan ketersediaan airnya. Untuk menjaga kemungkinan kekurangan air nanti pada bulan Juni dan seterusnya. Dimana BMKG sudah memprediksikan bahwa mulai Juni 2026 kita akan menghadapi fenomena yang disebut elnino godzilla. Yaitu fenomena elnino dengan intensitas lebih tinggi dibanding elnino sebelumnya" jelasnya. .
Kelian Subak Tibu Beleng, I Kade Ariana menyatakan siap melaksanakan kegiatan padi Arkansas apabila subaknya dipilih menjadi lokasi percontohan. "Luas Subak Tibubeleng ini 385 ha. Perkiraan tanam akhir April sampai pertengahan Mei 2026. Petani disini 85 persen sudah biasa menggunakan sistem tabela dengan sider" ungkapnya.
(Mardika)